10 Cara yang Wajib Kamu Lakukan Jika Bisnis Onlinemu di Instagram Sepi

Instagram tak hanya ngehits di kalangan anak muda saja, namun juga para pebisnis online banyak yang menggunakan aplikasi tersebut. Bagi para pebisnis pemula yang menawarkan produknya di Instagram mungkin akan terasa masih sepi di awal. Ini merupakan sesuatu yang wajar, sebab para audience belum banyak yang mengetahui tentang bisnis yang kamu jalankan.

Hal yang menjadi dambaan para pebisnis online yang memanfaatkan media sosial IG adalah memiliki jutaan followers dan panen ribuan like setiap harinya.

Keuntungan IG sebagai platform bisnis online ini adalah:

  • Bisa diakses secara gratis.
  • Mudah diakses internet melalui android maupun ios, kamu juga bisa mengaksesnya lewat laptop.
  • Merupakan media promosi sangat efektif karena sedang marak digunakan oleh hampir semua golongan.

Dari beberapa keuntungan tersebut, sayangnya belum banyak pebisnis yang tau bagaimana cara mengoptimasi penjualan online via IG.

Sebagian besar pebisnis hanya memosting foto produk secara asal-asalan. Jika seperti itu, pantas saja lapaknya masih sepi follower dan like dari para pengguna IG.

10 Cara Mudah untuk Mengelola Brand di IG

Agar lapakmu tidak sepi audience, kamu perlu melakukan 10 cara mudah berikut ini untuk mengelola brand di IG dengan baik.

  1. Isi data profilmu dengan lengkap dan jelas

Agar brand kamu dikenal lebih detail oleh banyak pengguna IG, maka yang wajib kamu lakukan adalah mengisi data profilmu dengan lengkap dan jelas.

Pasalnya dengan deskripsi profil ini, kamu bis menjelaskan tentang brand / produk / jasa yang kamu jual.

Buatlah deskripsi profil yang singkat namun lengkap, yang mencantumkan nomor yang bisa dihubungi (contact number) dan alamat.

Satu hal kalau pengen jualanmu laku, jangan pernah bikin akunmu menjadi private account (akun pribadi) yang tidak bisa dilihat oleh pengguna IG yang tidak menjadi followers-mu.

Kelebihan dari private account ini adalah membantumu memperbanyak jumlah pengikut. Akan tetapi kelemahannya bisa membuat pengikut menjadi enggan melakukan transaksi setelah melihat isi dari akun jualanmu.

  1. Fokus pada satu bidang usaha

Konsumen akan percaya jika akun anda memiliki postingan gambar yang jelas. Misalnya saja kamu mengikuti akun yang menjual produk makanan, namun tiba-tiba beralih ke fashion wanita. Hal ini justru akan membuat konsumen bingung. Apakah produk makanan yang dulu dijual masih tersedia atau tidak?

  1. Pisahkan akun jualan dengan akun pribadimu

Yang dimaksud akun pribadi di sini adalah akun yang berisi kisah pribadimu sendiri. Jadi, jangan sekali-kali mencampur adukkan urusan bisnis online-mu dengan kisah pribadimu. Misalnya memposting foto keluarga, anak, kekasih, atau foto selfie-mu sendiri yang sama sekali tak ada hubungannya dengan produk yang kamu jual.

Hal ini bisa menyebabkan produk jualanmu makin sepi, karena bisa saja konsumen terganggu dengan postingan tersebut.

  1. Promosi dengan sopan

Seorang pebisnis online harus profesional dalam mengelola akunnya. Salah satunya dengan mempromosikan produk kamu dengan sopan. Caranya adalah dengan memposting pada waktu yang tepat, yakni waktu yang tidak mengganggu timeline followersmu. Kedua dengan tidak berlebihan dalam memposting hal-hal yang sifatnya spamming.

IG memang medsos yang sangat mudah untuk mempromosikan produk, tapi jangan memposting foto 10x per hari. Ini akan membuat pelangganmu unfollow akun bisnismu.

  1. Aktif berinteraksi dengan followers

Seberapa sering kamu berinteraksi dengan pengikutmu maka akan menjadikan bahan pertimbangan mereka untuk membeli produkmu. Interaksi tersebut bermula dari komentar para followers. Jika ada komentar dari followers-mu, maka berikan respon terbaik sehingga mereka setia dengan lapak jualanmu.

  1. Jangan ragu untuk berbagi

Berbagi melalui akun bisnismu dapat dilakukan dengan mengadakan:

  • Promo,
  • event yang sedang happening, dan
  • info / tips mengenai usahamu.

Sejumlah cara tersebut dapat sesekali kamu adakan untuk meningkatkan loyalitas loyalitas followers-mu. Contohnya saat kamu menjual kerudung berbahan voal, maka kamu bisa sekaligus mengedukasi pelanggan dengan cara mencantumkan cara perawatan kerudung berbahan voal dengan baik dan benar.

  1. Foto merupakan Bahasa Visual

Sebelum kamu memposting foto produk, pastikan foto tersebut sesuai dengan kualitas produk yang kamu tawarkan. Misal ditinjau dari warna produk, bentuk produk, berat produk, dll.

Hindari tampilan foto yang blur dan gelap, yang menyebabkan pelanggan enggan membeli produkmu.

  1. Hapus foto jadul yang sudah sold out

Kamu harus sesekali mengecek foto postingan di akunmu. Foto-foto yang jadul (lama) bisa kamu hapus jika sudah terjual dan foto event promo yang sudah tidak berlaku.

Foto-foto tersebut akan mengganggu tampilan timeline-mu dan menimbulkan konsumen kecewa karena produk sudah tidak ada.

  1. Hindari hashtags yang tidak relevan

Penjual sering memposting caption menggunakan banyak hashtags, yang seringkali tidak nyambung dengan foto yang diposting. Itulah yang disebut sebagai hashtags yang tidak relevan.

Sebaiknya kamu hindari penggunaan hashtags yang tidak relevan seperti #likesforlikes #followforfollow. Sebab keberadaan hashtags yang tidak relevan ini akan memperbanyak jumlah fake followers di akunmu.

  1. Fokus pada transaksi

Transaksi sering dilupakan, karena pebisnis terlalu fokus pada ratio like atau followers. Tapi ingat tujuanmu dalam berbisnis adalah untuk melakukan transaksi sebanyak-banyaknya sehingga bisnismu akan berkembang dengan pesat.

Untuk itu, kamu perlu menghindari penggunaan jasa followers palsu karena mereka tak akan membantu meingkatkan transaksi penjualan. Sehingga usahamu tetap dalam posisi yang sama.

Itulah 10 cara yang wajib kamu lakukan apabila bisnis onlinemu di IG masih sepi. Dengan melakukan teknik instagram marketing tersebut, usahamu akan semakin dikenal banyak konsumen. Sehingga kamu tak perlu berlaku menipu, seperti halnya membeli followers palsu, padahal mereka tidak memiliki andil dalam kemajuan bisnismu.

Selamat mencoba ya! Semoga berhasil!


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *