Apa Fungsi Tagline atau Slogan? (Study Case: Teh Botol Sosro)

Dalam membangun brand, tagline atau slogan adalah salah satu identitas fisik yang dipakai Brand.

Setidaknya ada 5 jenis identitas fisik yang dapat dimiliki brand, antara lain:

  1. Logo
  2. Slogan/tagline.
  3. Warna.
  4. Maskot.
  5. Suara.

Slogan atau tagline berbentuk frase atau kalimat yang menggambarkan visi atau positioning brand kepada market.

Contoh tagline yang dikenal di masyarakat:

Indomie Seleraku.
Orang pintar, minum tolak angin.
Susu saya, susu bendera.
Laki, minum Extra Joss.
Think Different (Apple).
Netflix See What Next

Ada 2 fungsi utama tagline atau slogan:

1. Meningkatkan awareness di market.

Dari yang semula tidak tahu, menjadi tahu. Yang tadinya hanya sekedar tahu, kini menjadi ingat.

Dengan mengetahui tagline yang didengungkan berulang, brand mengirim pesan ke “kepala” target marketnya sehingga setelah ingat dengan tagline tersebut, target market akan mengkonsumsi produk brand tersebut di kemudian hari.

Karena fungsinya untuk mudah diingat, maka frase tagline haruslah yang mudah diucapkan dan diingat.

2. Memperkuat positioning di benak market.

Positioning yang dimaksud yaitu penempatan/posisi brand di antara kompetitornya sehingga produk brand ini semakin jelas untuk pemenuhan kebutuhan marketnya.

Misalnya, pada tagline obat herbal Tolak Angin yaitu “Orang pintar, minum Tolak Angin”, Tolak Angin ingin memposisikan produknya untuk kebutuhan target market yang “pintar” dalam memilih cara menyembuhkan masuk angin.

Karena Tolak Angin menggambarkan proses pembuatan produknya yang modern dan higienis, dengan kandungan herbal yang dapat meredakan masuk angin.

Sehingga market yg mengetahui hal ini (dibaca: pintar) diharapkan memilih Tolak Angin untuk solusi masuk Angin.

Bolehkah Mengubah Tagline?

Sebuah brand bisa saja mengubah tagline jika dirasa taglinenya kurang dapat meningkatkan awareness di benak market.
Contohnya Teh Botol Sosro.

Brand teh kemasan ini menjadi brand yang “top of mind” di masyarakat, walaupun beberapa tahun kebelakanga ada brand teh kemasan baru yang juga cukup kuat yaitu Teh Pucuk Harum.

Untuk meningkatkan awareness, Teh Botol Sosro sempat berganti-ganti tagline.

Di tahun 1990an, tagline Teh Botol Sosro adalah “Hari-hari Teh Botol Sosro”. Mungkin maksudnya untuk membuat aktivitas apapun minumannya Teh Botol Sosro.

Lalu di tahun 2000-an, tagline Teh Botol Sosro diubah “Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro”. Tagline ini menguatkan posisi Teh Botol sebagai minuman sehabis makan.

Tagline ini yang menempel banyak dibenak masyarakat. Dari mulai warteg sampai restoran, Teh Botol Sosro menjadi salah satu minuman favorit selepas makan.

Di tahun 2015, Teh Botol Sosro mengubah tagline menjadi “Setiap saat, saatnya Teh Botol Sosro”. Terlihat dari taglinenya, Teh Botol Sosro mengubah positioning. Mereka ingin produknya dikonsumsi di kegiatan apapun, bukan hanya setelah makan. Ini mirip positioning di awal pertama kali mereka meluncurkan tagline.

Namun sepertinya strategi ini kurang berhasil, bukan karena saya sok tahu, tapi karena di pertengahan 2016 mereka mengubah taglinenya lagi menjadi “Makanannya apapun, minumnya teh botol sosro”.

Lalu setelahnya sampai hari ini artikel ini ditulis, iklan promosi yang mereka tampilkan selalu mengkomunikasikan Teh Botol Sosro dengan aktivitas kuliner.

Dengan demikian, Teh Botol Sosro melalui taglinenya ingin mengerucutkan market ke penggemar kuliner, bukan lagi pegiat aktivitas apapun.

Apakah sudah terbayang tagline untuk brand Anda?


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *