Gojek, Uber, dan Online Shop

Sejak Go-jek si “ojek hijau” itu mengeluarkan promo ceban, yaitu bayar hanya 10 ribu untuk radius 25km, saya langsung memanfaatkan peluang itu untuk online shop saya. Sekarang gini aja, misalnya sesama Jakarta ongkos kirim menggunakan JNE 9000 bisa sehari bisa dua hari. Tapi dengan meggunakan Gojek, kita hanya perlu menambahkan seribu (jadi ceban) dan sampai tidak lebih dari 2 jam.

Hal ini sangat disukai pelanggan saya. Karena siapapun pasti pengen paketnya lebih cepat diterima, dan nambah seribu perak itu sangat murah. Harap-harap cemas ketika Ramadhan hampir usai, karena promo ceban akan berakhir, tapi ternyata sampai tulisan ini dibuat, promo ceban diperpanjang. Hore!!!

Ketakutan-ketakutan Gojek dengan Ojek pangkalan pun lebih minimal, karena katanya Gojek agak deg-degan kalo jasa yang dipakai itu yang ‘antar orang’. Tapi kalo pakai yang ‘antar paket’ driver gak khawatir. Ini yang menyebabkan Gojek juga senang antar paket.

Saya juga baru mencoba menggunakan Uber. Aplikasi ini menyediakan jasa transportasi mirip taksi tapi menggunakan mobil dan driver pribadi. Mereka bukan driver sembarangan, untuk melamar menjadi driver harus memberikan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari kepolisian. Mobil yang digunakan pun mobil prbadi, sehingga driver akan membawa mobil dengan hati-hati.

Murah mana dengan taksi? Jelas lebih murah ini. Taksi burung biru saja buka pintu 7500 rupiah. Saat tulisan ini dibuat Uber hanya 3000 rupiah. Per km dikenakan 2001 rupiah, dan per menit hanya 300 rupiah. Kalo dihitung-hitung, biaya yang dihabiskan hanya separuh dari tarif taksi biasa di Jakarta.

Apalagi di awal-awal saya naik Uber gratis gak bayar. Karena saat register kita langsung dapet voucher 75 ribu. Itu bisa buat pulang pergi satu trip tuh. Oh tapi tunggu, gak langsung dapet 75 rb sih. Di kolom promotion, Anda harus masukkan kode kupon yang valid. Contohnya, Anda masukkan code ini —> sandhip1ue, atau langsung klik DISINI.

Keberadaan Gojek dan Uber tadi sangat membantu saya sebagai customer. Terlepas dari yang isu legalitas itu ya, karena itu jadi peer tersendiri buat mereka. Pengalaman menggunakan jasanya tadi yang membuat saya tertarik untuk menggunakannya kembali, atau istilah jualannya repeat order.

Itulah yang terpenting saat jualan, berapa banyak dari mereka yang pernah membeli produk kita, datang kembali untuk repeat order. Karena lebih baik menemukan 1000 pembeli yang repeat order 100 kali, ketimbang bisa dapet 100ribu pembeli, tapi gak pernah repeat order.

Bagaimana bisa mendapatkan 1000 pembeli yang bisa repeat order? Ada banyak cara, tapi jika melihat apa yang dilakukan Gojek dan Uber, ada dua hal yang bisa ditiru: mereka ‘mengunci’ customer pertama mereka dengan VOUCHER yang sangat bernilai (bukan voucher diskon ecek-ecek), lalu mereka memberikan SERVICE yang sangat baik dan berkesan sehingga membuat customer ingin kembali menggunakannya lagi.


Update: tepat sehari setelah saya posting tulisan ini, setelah sering pakai jasa gojek untuk antar paket konsumen, Go-jek yang saya minta untuk jemput paket saya ke rumah dihadang ojek pangkalan dan gak boleh masuk kawasan rumah saya. Akhirnya Abang ini cancel order saya.

Saya coba order lagi, lalu saya telpon segera bang gojeknya, minta untuk copot jaket dan helm sebelum masuk kawasan rumah saya, dianya malah takut dan cancel order. Saya coba lagi order. Beruntung, ada Gojek ketiga yang bersedia datang dan mau ‘menyamar’ jadi orang biasa. Entahlah besok gimana kalo ada orderan.. Hadeuuhh..


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *