Makin Jago Berbisnis dengan Memahami Sales Funneling

Seiring perkembangan zaman, alur belanja seorang konsumensudah banyak berubah. Jika dulu proses membeli sesederhana memajang etalase dimembiarkan orang melihat-lihat sebelum beli, sekarang tidak sesederhana itu. Khususnya,ketika orang-orang lebih memilih berbelanja Online.

Agar menjadi ace dibidang ini, Anda harus memahami psikologi sales funneling. Sederhananya, sales funneling adalah rangkaian aluryang terdiri dari tahap-tahap dari diperkenalkannya produk hingga terjaditransaksi. Bila Anda tahu mana saja langkah-langkah yang perlu diperbaiki agararus penjualan semakin lancar, yakin, bisnis Anda pasti makin besar.

1. Prospecting

Kemampuan riset dan pengamatan Anda akan sungguh-sungguhditantang di sini. Umumnya, prospecting—atau menentukan prospek—adalah langkahuntuk mengetahui target pasar kita. Agar makin yakin, Anda juga harus tahubudaya, kebiasaan, kesukaan, ketidaksukaan, dan preferensi orang-orang yangakan menjadi prospek Anda.

Anda bisa menggunakan layanan Facebook Ads atau GoogleAdwords dalam hal ini. Dua layanan tersebut dengan komprehensif bisamenyuguhkan data yang Anda butuhkan. Tapi jika Anda ingin mengetahui sisiorganicnya, mengadakan webinar, seminar baik offline maupun online, dan beragamevent gratis juga adalah cara yang jitu.

2. Filtering (Qualification)

Pada tahap ini, saatnya untuk mengecilkan lingkup orang-orangyang sekiranya bisa membeli produk Anda. Langsung pasang harga di katalog, danlihat berapa orang yang masih meneruskan engagement dengan usaha Anda. Faktanya, tidak semua orang yang berminat mampu membeliproduk Anda. Jadi, proses filtering sangat perlu.

Anda juga bisa menggunakan fitur Facebook Ads atau GoogleAdwords. Tembak langsung prospek incaran Anda berdasarkan jenis gadget yangdimiliki, habit, dan interest mereka. Praktis, bukan?

3. Saatnya Proposal!

Dan kini, tiba waktunya untuk memamerkan offers. Kemas produk Anda dalam ulasan iklan semenarik mungkin. Disini, kemampuan copywriting dan soft selling Anda harus bekerja. Jangansampai customer merasa terganggu atau dipaksa membeli produk Anda. Jangankanmembeli, yang ada malah di-blok!

Jika sudah, pastikan pula Anda memiliki alamat kontak paracalon customer ini melalui beragamplatform. Bisa LINE,E-mail, WhatsApp, atau messenger sejenis.

Sederhananya, sampai situ saja kinerja Anda. Sisanya, Andahanya perlu tabah menunggu dan melayani setiap order yang masuk denganpelayanan total. Semuanya tergantung pada diri Anda sendiri. Jika suka, hampirpasti mereka akan kembali menghubungi Anda jika membutuhkan produk sejenis.Jadi, jangan lupa untuk terus bersikap profesional.


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *