Mempelajari Emotional Marketing Sebagai Strategi Efektif Menggaet Konsumen

Sekarang mungkin Anda sudah mengerti bahwa sebagian besar iklan yang Anda lihat hampir selalu membuat Anda ingin membelinya. Hal ini karena iklan saat ini tidak hanya mempromosikan barang tetapi juga memaksa emosi Anda untuk membelinya.

Berbagai riset menunjukkan bahwa emosi dapat mempengaruhi tindakan seseorang. Sehingga orang tersebut bisa bertindak tidak rasional.

Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk strategi marketing Anda. Bagaimana bisa?

Emosi bisa memicu aksi

“Rangsang” calon konsumen dengan emosi yang bisa disesuaikan dengan aksi yang ingin Anda dapatkan.

  • Rasa senang dapat membuat orang membagikan kebahagiaan itu.
  • Konten yang menyedihkan bisa menjadi click-bait yang membuat orang ingin membaca atau menonton konten tersebut.
  • Rasa takut membuat orang ingin melakukan sesuatu. Hal ini bisa dilakukan untuk mempromosikan suatu layanan masyarakat, seperti bahaya rokok.
  • Konten yang membuat marah atau jijik bisa mengundang orang berkomentar di medial sosial.

Emotional branding

Berbeda dengan branding pada umumnya, emotional branding bertujuan untuk menciptakan emosi agar lebih menonjol berbeda dari kompetitor lainnya.

Contohnya adalah ketika Apple meluncurkan iPod Air dengan menganalogikan fungsi iPod Air dengan pensil. Dengan analogi itu, Apple berusaha menunjukkan bahwa iPod Air dapat digunakan oleh berbagai usia dan profesi. Sehingga orang akan berpikir bahwa mereka telah membeli barang yang sangat penting dan fundamental karena “pensil” selalu dibutuhkan semua orang.

Dari contoh di atas, Anda bisa tahu bahwa Apple tidak berfokus pada fitur-fitur produk mereka, tetapi pada emosi konsumen bahwa mereka telah membeli barang berguna jika mereka memiliki produk itu.

Tips untuk marketer

  • Pilih headline yang emosional. Menurut pakar marketing, headline menentukan 50% keefektivan konten dalam menggaet konsumen.
  • Buat cerita. Cerita atau narasi efektif menarik minat konsumen. Pilihlah cerita sesuai dengan “pesan” yang ingin Anda sampaikan.
  • Manfaatkan konten berwarna-warni. Warna-warna tertentu bisa memicu emosi manusia. Tentukan emosi apa yang ingin Anda gali dari konsumen dan gunakan warna yang sesuai.
  • Gunakan analogi atau perumpamaan seperti yang dilakukan Apple.
  • Pilihlah kata-kata yang bisa membuat calon konsumen ingin memiliki produk Anda dan bahkan ingin menjadi bagian dari brand Anda.

Selamat mencoba.


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *