Mencoba Install dan Memakai Periscope

Social media berkembang pesat, belum selesai puas main di satu social media, tiba-tiba muncul social media baru. Yang satu ini namanya Periscope. Aplikasi mobile yang ditujukan untuk berbagi konten, tapi kali ini yang dibagi adalah video. Dan bukan video biasa yang diupload ke Youtube, Instagram, atau Facebook. Tapi videonya LIVE streaming saat itu juga.

Jadi jika ditwitter, kita ngetik sesuatu atau posting gambar, maka diperiscope kita membuka layar kamera yang terhubung dengan periscope untuk broadcast tayangan live. Kayak reporter investigasi.

Satu hal yang membuat saya geleng-geleng saat tau tentang hal ini adalah betapa borosnya kuota saya kalo dipake buat streaming. Belum mastiin sinyal yang bikin baper dengan bufferingnya :)))

Kenapa Periscope bisa cepet terkenal? Karena social media ini punyanya Twitter. Jadi otomatis lebih cepet dikenal banyak orang. Selain Periscope, ada aplikasi Meerkat dengan konsep yang sama.

Nah karena penasaran, maka saya mencoba install dan iseng-iseng main Periscope sejenak.

Pertama, sebelum install, cek speed internet dulu pake aplikasi speedtest apakah cukup mumpuni. Hasilnya hampir 1 Mbps. Untuk ukuran streaming youtube, ini lumayan. Maka mari kita lanjutkan.

Search di Playstore akan muncul Aplikasi Periscope. Langsung install aja,
“Periscope lets you explore the world by watching and creating live video broadcast”. Gitu katanya.Loginnya pake akun twitter, atau pakai nomer handphone. Okeh lanjut. Saat kita daftar, maka sebutan kita disini adalah “Broadcaster”.

Masuk ke tab “dunia”. Kalo diperhatikan itu semacam daftar broadcaster yang lagi Live. Hmmm.. ada banyak, di sebelah kanan ada angka yang menunjukkan berapa banyak yg lagi nonton.

Bingung mau nonton yang mana. Saya pilih yang paling banyak deh.

Ternyata lagi ada Broadcaster yang lagi ngeshot kamera hapenya ke tipi yang lagi nanyangin acara bola. Paham dengan kalimat saya kan? Hahaahaha..

Jadi karena si hape ini sepertinya dipegang pake tangan, jadi kadang goyang-goyang. Nonton apalah ini. Gak lama saya close broadcast ini. Saya coba cari broadcast yang lain.

Nah, pantesan di broadcast ini viewernya rame bener. Ada beberapa cabe-cabean impor dalam sebuah ruangan yang lagi ketawa ketiwi ngobrol seru dengan bahasa yang saya gak paham. Karena obrolan disitu makin absurd, maka saya close.

Saya buka tab sebelahnya, nampak akun-akun yang kita follow di Twitter disuggest untuk menjadi friend di Periscope. Sementara itu di pojok kanan ada icon untuk melihat profile kita.

Terlihat deskripsi yang menjiplak dari profile di twitter. Lalu keterangan Following, Followers, Blocked, dan Broadcasts. Karena saya belum mulai live streaming maka Broadcast saya masih nol. Oke mungkin saya coba dulu saja streaming…

Saya menuju tab paling kiri bergambar televisi. Lalu saya tap ujung kanan bawah yang bergambar kamera untuk broadcasting.

Ada dua pilihan, Public dan Private. Karena saya broadcast untuk umum, saya pilih Public. Kamera mulai on, lalu saya mengambil gambar selama 4 menit.   Video streaming di Periscope dapat bertahan 24 jam setelah video streaming selesai. Kecuali Broadcaster langsung ‘Delete Broadcast’. Di periscope ini disebut Replay. Jadi kita masih bisa nonton Replay kapanpun selama 24 jam.

Saat video berlangsung viewers bisa meninggalkan komentar live dan bisa dibaca langsung oleh Broadcaster. Selain itu ada juga hearts berbentuk lope-lope untuk menunjukkan antusiasme viewers terhadap satu tayangan.

Bedanya kalo hearts di Instagram hanya sekali klik di setiap posting, maka jika di sebuah broadcast, setiap orang bisa memberikan banyak sekali hearts dengan cara tap layar sebanyak mungkin yang dimau.

Biar lebih kebayang, coba nonton sebuah broadcast 🙂

Akhirnya saya tutup keisengan saya main periscope pertama kali dengan nonton sunset di sebuah pantai di Cannes. Tapi sayang koneksi melemah, loading mulu :))

Pertanyaan berikutnya yang penting: Apakah ini berguna buat jualan online? Akan saya bahas lain waktu.


Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *